Laman

Senin, 01 Desember 2014

Cara ampuh mengobati Cegukan (Inggris: Hiccup)



Hiks,.. Hiks,..Hiks..,CEGUKAN

Istilah medis untuk cegukan adalah singultus (inggris: hiccup, hiccough), yaitu gangguan pada sistem pernafasan, refleks yang menyebabkan spasme ritmik atau kejutan pada diafragma yang membatasi rongga dada dengan rongga perut.

Beberapa waktu yg lalu saya sempat jatuh sakit dan sama Dokter dikasih resep obat untuk diminum sampai habis.
Ternyata seharai setelah saya mengkonsumsi obat tersebut tiba2 saya cegukan tanpa henti selama 24 jam (Dalam 2 hari 2 malam), akibatnya saya tidak bisa tidur, badan jadi lemas, makanan seolah mau keluar lagi/muntah, otot perut kaku dan pinggang terasa ngilu.
Saya pun bingung harus ngobati cegukan itu dg cara apa, akhirnya dari searching lewat internet saya menyimpulkan sendiri bahwa saya alergi terhadap obat yg diberikan oleh dokter tersebut dan lambung tidak cukup kuat sehingga terjadilah cegukan (Inggris: Hiccup) secara terus menerus.
Berbagai cara sudah saya tempuh, dari menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut sampai cara yg dilakukan dlm film "Marsya and the Bear", namun cegukan tidak kunjung sembuh dan tidak ada satupun cara2 itu yg ampuh/efektif.
Terakhir dg cara berikut ini ternyata betul2 ampuh dan efektif. Cegukan langsung berhenti dan sembuh, namun ketika saya melanjutkan konsumsi obat dari dokter tersebut cegukan muncul lg dalam setiap 2 jam, jadi setiap 2 jam saya melakukan cara ini untuk menghentikan cegukan.

Berikut cara ampuh, manjur dan efektif untuk mengatasi cegukan (Inggirs: Hiccup) :
1. Siapkan satu gelas air putih
2. Baca Bismillah..
3. Tutup hidung dengan tangan kiri
4. Minum air dalam gelas tadi dengan kondisi hidung ditutup dengan tangan kiri (dipencet). Minum hingga terasa ada sesuatu udara dalam tenggorokan yang tertelan.
5. Cegukan sembuh dan masalah Teratasi.

Semoga bermanfaat bagi yg sering terganggu dg masalah Cegukan.
Oya cara diatas bukan untuk balita, jadi jgn dipraktekan kepada balita, ntar bisa2 anaknya tersedak malah berbahaya.

Terima Kasih,
Dammam Port, 01 December 2014

Sabtu, 16 Maret 2013

BNP2TKI, Pelaut menolak/keberatan dengan generalisasi KTKLN bagi pelaut..!!


Dear All indonesian seafarers,,

Belakangan ini kita digundahkan dengan adanya KTKLN. Munculnya hal ini membuat semua pelaut bingung, ragu -ragu dan lainnya yang memunculkan kekhawatiran. Kita sebagai pelaut yang selama ini tidak pernah berurusan dengan BNP2TKI, sekarang menjadi tunduk pada BNP2TKI yg tidak tahu menahu tentang dunia pelaut.
Sedangkan pelaut sendiri berada dibawah naungan KEMENHUB dan organisasi Internasional IMO

Dulu mengurus KTKLN begitu mudah, yaitu dibandara SOETA dan tidak dipungut biaya/gratis, akan tetapi sekarang harus berjubel antri di BNP2TKI, beraneka pengalaman buruk yg menimpa pelaut ketika mengurus KTKLN, mulai dari calo dan pemerasan/pungli dengan alasan yang bermacam2 dan ujung-ujungnya adalah duit.

Kita adalah pelaut bermartabat, tanpa bermaksud mengecilkan arti TKI dan tenaga migran lainnya, kita menolak cara-cara generalisasi seperti program KTKLN, karena profesi ini adalah pekerja profesional di sektor transportasi yg harus dibedakan dan pelaut tidaklah selalu menetap disuatu negara seperti halnya TKI, pelaut selalu berpindah-pindah Negara tergantung tujuan kapalnya.
Bukankah bagi pelaut selama ini sudah ada stampel dari imigrasi untuk sign on di passport dan buku pelaut??, inilah yang lebih efektif untuk mengetahui keberadaan seorang pelaut..!!

Untuk mengurus KTKLN pelaut, harus ada LG dan Agreement dari perusahaan, sedangkan turunya LG/Agreement sudah sangat mepet dengan keberangkatan dan bersamaan dengan pemberian tiket yang biasanya Cuma selang 2 hari dengan keberangkatan, kita pelaut yg hidup didaerah, masih harus menyiapkan perlengkapan berangkat ke luar negeri, sign on passport, meninggalkan keluarga, serta dokumen lainya dan sekarang masih harus dibebani mengurus KTKLN setiap 2 tahun sekali dikota-kota besar (KTKLN adanya cuma dikota besar), bagaimana kalau LG turun dihari LIBURRR, apa akan dilayani juga oleh BNP2TKI,,,KTKLN bener2 menyusahkan pelaut..!!

Kalau kita lihat ada beberapa Perbedaan TKI dg Pelaut..
Secara bahasa pelaut memang TKI (Tenaga kerja indonesia), akan tetapi ada perbedaan yang jauh antara pelaut dengan TKI yang kita kenal, diantaranya adalah:
1. TKI pasti kerja di Luar Negeri, sedangkan pelaut tidak, bisa saja kapal lokal tapi berlayar keluar negeri..
2. TKI dibawah Menakertrans dan penempatanya juga ikut aturan BNP2TKI/BP3TKI (Badan Nasional Penmpatan TKI)..apakah pelaut selama ini ditempatkan oleh BNP2TKI??? Dan dilindungi mereka???..Oooh Nooo.!!
Adakah diantara pegawai BNP2TKI yang latar belakangnya pelaut atau tau seluk-beluk  beserta aturan2 di dunia maritime atau pelaut?..Nothing..!!
Jadi jangan generalisasi pelaut dg TKI..

Indonesia tercinta adalah sebuah Negara yang unik dan terlalu banyak membuat ID card bagi warganya (Ada E-KTP, Passport,KTKLN,KTA,SIM,KTM belum setiap instansi juga memiliki ID sendiri-sendiri dengan nomor yg unik-unik).
Dompet yg harusnya berisi uang kini berubah fungsi dengan ditempati berbagai jenis ID Card yang semua isinya adalah sama yaitu Nama, Tempat tanggal Lahir dan Alamat, kenapa pemerintah tidak menerapkan Single Identity Card sebagaimana Negara tetangga yg bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan warganya, sehingga sumber-sumber pembadziran dan pemerasan/Pungli bisa ditekan seminimal mungkin???

Kembali kemasalah KTKLN yang akan menambah travel dokumen pelaut yg hrs diperbarui setiap 2 Tahun..jadi ini semakin menyulitkan pelaut yang sudah terlalu banyak aturan didunia maritime, bahkan lebih baik dari aturan BNP2TKI..
Jadi bagaimanapun pelaut merasa keberatan dengan adanya KTKLN.


Kita berbaik sangka bahwa  tujuan pemerintah dengan kebijakan KTKLN adalah mulia, ingin melindungi semua TKI di manapun mereka berada dan bekerja, akan tetapi kenyataan dilapangan justru kita dapati pejabat dan petugas pelaksana tidak mampu menerapkan dengan baik dan benar peraturan yang telah ditetapkan. Dan ini merupakan bentuk riil krisis SDM yang saat ini melanda negeri kita. Sebagus dan sebaik apapun peraturan dan perundang-undangan yg dibuat tidak akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas jika SDM yg ada pada lingkup pemerintahan dan instansi terkait tidak dibenahi. Jika tidak..? setiap peraturan dan perundangan yang dibuat hanya akan menjadi poster dinding dan lahan basah baru bagi para oknum yang justru semakin menjerat leher TKI dan pelaut.

Dan perlu diketahui bahwa peraturan yang ada dalam dunia maritime sudah sangat ketat dan bagus untuk menjamin kesejahteraan para Pelaut, dalam hal ini pihak syahbandar (Port Authority) juga ikut bertanggung jawab dalam mengontrol kesejahteraan para pelaut dimana contract agreement pelaut dibuat dihadapan dan ditanda tangani oleh pegawai syahbandar, dari kenyataan ini maka masihkah KTKLN yang pengurusanya dipenuhi pungli masih diperlukan bagi pelaut, saya kira Tidak..!!

Kontra dengan kebijakan pemerintah bukan berarti kita tidak patuh terhadap aturan yang berlaku, kita sebagai pelaut tetap harus mengurus KTKLN agar bisa berangkat keluar negeri, akan tetapi dengan dibuatnya tulisan ini, akan ada pihak dari BNP2TKI yang membacanya, kemudian meninjau kembali UU No.39 Tahun 2004 tentang penempatan tenaga kerja dan merevisinya dengan kebijakan pengecualian KTKLN bagi pelaut.

Salam dari laut..!! Jalesveva Jaya Mahe..!!!

Sabtu, 02 Februari 2013

RADAR PLOTTING


 
RADAR ARPA PICTURE

Radar Plotting


Radar Plotting Formulas
Rumus perhitungan Radar Ploting

Time to CPA (TCPA) = "A" to CPA (AN) x Plotting Interval

Distance "O" to "A"

"WO" = Own ships speed x Plotting interval

60

Targets Course/Haluan Target = "W" through Centre of "A" = WA

Targets speed = Distance "WA"  x 60

Ploting Interval

MANOUVERING BOARD OF RADAR PLOTING SHEET

1)     Keterangan titik2 yang harus diketahui dalam RADAR PLOTING:
Ø Titik C         = Adalah pusat dari plotting sheet
Ø Titik O         = Posisi relative target pada saat pertama kali diamati untuk keperluan plotting
Ø Titik A         = Posisi relative target setelah beberapa saat dilakukan pengamatan dan dianggap posisi terakhir untuk dilukisnya segitiga vector kecepatan.
Ø Titik N         = Titik terdekat yg akan ditempuh target terhadap kapal sendiri, atau disebut juga Closest Point of Approach (CPA)
Ø Garis OA     = Gerakan relative target hasil pengamatan RADAR, perpanjangan garis OA ini disebut garis pendekatan
Ø Garis CN     = Jarak terdekat atau jarak CPA adalah merupakan jarak tegak lurus dari C kegaris perpanjangan OA
Ø Garis WO   = Haluan dan kecepatan Own ship selama selang waktu pengamatan pertama dan terakhir dari target
Ø Garis WA    = Haluan dan kecepatan target selama selang pengamatan pertama dan terakhir dalam plotting.
Ø Aspect        = Sudut antara haluan target dengan kebalikan baringan terhadap target, fungsi aspect untuk mengetahui kapal target berada diarah mana dari own ship (Apakah nampak lambung kiri atau lambung kanan)
Ø  Drift           = Distance dari "A" ke "W"
Ø Set              = Direction/arah from "A" to "W"
Ø Rate of Tide = Distance from "A" to "W" x 60
2)     Perhatikan gambar ploting berikut:
Ø Yellow Plot is the targets first plot (Titik kuning adalah baringan target pertama kali)
Ø Red Plot is the targets last plot (Titik merah adalah baringan target terakhir kali)
Langkah2nya:
(1)Pada kertas ploting sheet, lukislah haluan dan kecepatan kapal (Own ship), dengan titik pusat C
(2)Dari titik Pusat C, lukislah garis baringan dan jarak terhadap target, Baringan pertama ditandai dg (O) pada gambar diatas yg berwarna kuning. Sedangkan baringan terakhir ditandai (A) pada gambar diatas yg berwarna merah
(3)Dari baringan pertama (O) dan terakhir (A), perpanjanglah garis ini sampai melewati titik pusat ploting (C). perpanjangan garis OA ini disebut garis pendekatan dan jika garis pendekatan mengarah ke titik pusat C artinya baringan juga tetap, sudah bs dipastikan bahwa CPA = 0 (ada bahaya tubrukan) dan bila garis pendekatan menjauhi titik pusat C berarti CPA = Membesar (semakin besar semakin aman). sedangkan garis OA adalah haluan dan kecepatan relative target.
(4)Geserkan haluan kapal (own ship) hingga memotong titik (O), dari sini akan diperoleh garis WO dr formula dibawah,(Garis WO = haluan/kecepatan own ship) – lihat gambar.6
"WO" = Own ships speed x Plotting interval

60
(5)Hubungkan titik W dengan A (WA), garis WA adalah merupakan haluan dan kecepatan target (Lihat gambar.7)
6)Untuk mendapatkan CPA, Tarik/perpanjang garis OA dan pada garis perpanjangan OA tersebut buatlah garis tegak lurus memotong titik pusat C, dan terbentuklah garis CN (CPA), lihat gambar.8.

Aspect
Aspect adalah Sudut antara haluan target dengan kebalikan baringan terhadap target, fungsi aspect untuk mengetahui kapal target berada diarah mana dari own ship (Apakah target dari own ship nampak lambung kiri atau lambung kanan)
 This is the angle between your vessel and the targets vessel and what colour of sidelight you see
From the course line your steering draw a line onto plot "A", the angle between the 2 lines is the aspect and if you saw a green sidelight then it would be (E.g."Green 048 degrees) and if a red sidelight then (E.g. Red 056 degrees)
In this case, the Aspect would be roughly "RED 015 degrees"

3. OWN SHIP MERUBAH HALUAN (Alteration of Course)

Keterangan:
(1)Buatlah/gambarlah Basic RADAR Ploting sebagaimana langkah2 diatas (Make basic Radar ploting)
(2)Tentukan berapa derajat anda akan merubah haluan (amount of alter course)
(3)WO adalah haluan sejati kapal anda sebelum merubah haluan, katakanlah anda merubah haluan sebesar 90⁰ kekanan (A/C 90⁰ to starboard). Dengan menggunakan busur, dimulai dari garis WO sebagai OOO⁰, ukurlah sudut 90⁰ kearah kanan dari garis WO tersebut dan berikan tanda. (Merubah haluan kekanan buat sudut kekanan sedangkan bila merubah haluan kekiri buat sudut kekiri)
(4)Dari W buatlah garis melalui sudut perubahan 90⁰ pada tanda tersebut. Untuk menentukan titik O baru (O1), sedangkan panjang WO1 adalah sama dengan WO mula2.
(6)WO1 adalah haluan anda yang baru setelah merubah haluan 90⁰ kekanan.
(7)Dari garis O1, buatlah garis memotong titik A dan terus perpanjang garis tersebut sampai melewati titik pusat ploting.
(8)New CPA adalah garis perpotongan antara garis perpanjangan O1A dengan garis tegak lurus dari O1A terhadap titik pusat ploting sheet

4. OWN SHIP MERUBAH KECEPATAN (Alteration of Speed)
 Keterangan:
1)Buatlah/gambarlah Basic RADAR Ploting sebagaimana langkah2 diatas (Make basic Radar ploting)
(2)Tentukan kecepatan baru anda
(3)Apabila anda mengurangi kecepatan, maka garis WO akan memendek sesuai dg kecepatan yg anda tentukan. Dan sebaliknya garis WO akan menjadi panjang jika anda menambah kecepatan.
(6)Dari titk W, ukurlah jarak sesui kecepatan anda dan tandailah dg O1 (WO1 = kecepatan baru)
(7)Dari garis O1, buatlah garis memotong titik A dan terus perpanjang garis tersebut sampai melewati titik pusat ploting.
(8)New CPA adalah garis perpotongan antara garis perpanjangan O1A dengan garis tegak lurus dari O1A terhadap titik pusat ploting sheet

5. Merubah haluan dan kecepatan (Change of course and speed)

 Langkah-langkahnya:
(1)Buatlah/gambarlah Basic RADAR Ploting sebagaimana langkah2 diatas (Make basic Radar ploting)
(2)Tentukan kecepatan baru anda
(3)Pada garis WO, dari titik W jangkakan kecepatan kapal dan tandai dengan W1
(4)Sekarang Tentukan berapa derajat anda akan merubah haluan (amount of alter course)
(5)W1O adalah haluan sejati anda sebelum merubah haluan, katakanlah kemudian anda merubah haluan 090⁰, Dengan menggunakan busur, dimulai dari garis WO sebagai OOO⁰, ukurlah sudut 90⁰ kearah kanan dari garis WO tersebut dan berikan tanda.
(6)Dari W1 buatlah garis melalui sudut perubahan 90⁰ pada tanda tersebut. Untuk menentukan titik O baru (O1),W1O1 adalah haluan baru anda.
(7)Dari O1, buatlah garis memotong titik A dan terus perpanjang garis tersebut sampai melewati titik pusat ploting.
(8)New CPA adalah garis perpotongan antara garis perpanjangan O1A dengan garis tegak lurus dari O1A terhadap titik pusat ploting sheet
(9)Ukurlah dengan jangka berapa CPA baru anda.

Exercise:
1.  KM Nunki mempunyai data sbb:
      Haluan = 260⁰, kecepatan = 6 Knots dan pengamatan pada layar RADAR diperoleh data sbb:
Jam
Baringan
Jarak
10.04
195⁰
5 MIL
10.10
195⁰
4 MIL
10.16
195⁰
3 MIL
      Ditanyakan:
a.     Haluan dan Laju kapal lain/target tersebut?
b.     Pada pukul 10.16 dengan kecepatan tetap, haluan dirubah menjadi 320⁰, berapakah New CPA nya?

WO = Ploting Interval  X Own Speed
                         60
        = 12/60 X 6 = 1.2 Mil
a.  Bearing tetap, jadi CPA = 0 (Nol)
      TCPA           = AN/OA X Ploting Interval
                          = 3/2 X 12
                          = 18 Menit
      TCPA           = 10.16 + 18 menit
                          = 10.34 Hrs
      Haluan Target            = WA = 340⁰
      Speed target              = WA X               60         .
                                                          Ploting Interval
                                          = 1.9 X 60/12
                                          = 9.5 Knots
      Aspect jam 10.16: Kebalikan Baringan 195⁰ = 015⁰
                                        Hs Target                            = 340⁰
                                            Aspect                            = - 325⁰+360⁰
                                                                                    =35⁰ tampak lambung kanan (Hijau)
b. Pukul 10.16 dengan kecepatan tetap merubah haluan menjadi 320⁰
      New CPA                    = CN’ = 0.5 Mil
      New TCPA  = AN’/O’A X Ploting Interval
                                          = 2.95 / 0.81 X 12
                                          = 43.6 Menit
      New TCPA  = 10.16 + 43.6 Menit
                                          = 10.59.36 Hrs = 11.00 Hrs