Sabtu, 15 Desember 2012

STUDY KELAYAKAN BISNIS


STUDY KELAYAKAN BISNIS

• Wawasan Studi Kelayakan Bisnis
• Hubungan Studi Kelayakan Bisnis dengan Sumber Daya & KeputusanManajemen
• Aspek Pasar & Pemasaran
• Aspek Teknik & Teknologi
• Aspek Manajemen
• Aspek Legal/ Hukum
• Aspek Ekonomi Nasional & Lingkungan
• Aspek Keuangan
• Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis

PENGERTIAN STUDY KELAYAKAN BISNIS:
·  kegiatan yang mendalam atas kelayakan suatu bisnis yang ditinjau dari seluruh aspek yang terkait dari sudut pandang suatu perusahaan
·  suatu penelitian mengenai layak atau tidaknya suatu proyek bisnis (yang biasanya merupakan proyek investasi) itu dilaksanakan.
·  suatu studi atau telaah agar sesuatu usaha yang dilakukan dapat berkembang dan atau sesuatu yang didirikan dapat dilaksanakan secara effektif dan efisien
·  Maksud layak (atau tidak layak) adalah prakiraan bahwa proyek tersebut akan dapat (atau tidak dapat) menghasilkan keuntungan yang layak bila telah dioperasionalkan
·  Studi Kelayakan Bisnis merupakan gabungan berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti Manajemen, Keuangan, Anggaran Biaya, Teknik Industri, Teknologi, Pemasaran, Hukum, Lingkungan, Survey atau Riset.
·  Baik Survey dan Riset = data Kuantitatif dan Kualitatif,
Perbedaanya:
·  Survey dilakukan hanya sekali atau dua kali atau di awal
·  Riset dilakukan secara lebih mendalam dan mungkin terus-menerus selama beberapa waktu tertentu
·  Hasil Studi Kelayakan Bisnis = Proyeksi Masa Mendatang Perhitungan kemungkinan penyimpangan-penyimpangan. Yang terjadi kemudian lebih terletak “Di Tangan Tuhan”

Pengertian Bisnis:
·  suatu usaha yang direncanakan sebelumnya dan memerlukan sejumlah pembiayaan serta penggunaan masukan lainnya yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu
·  suatu pendirian usaha baru atau pengenalan suatu usaha baru kedalam suatu bauran produk yang sudah ada dengan meng-investasikan sumber daya yang bisa dinilai secara independen

PENGERTIAN INVESTASI
·  Keputusan mengeluarkan dana pada saat sekarang untuk membeli Aktiva Riil (tanah, rumah, mobil dsb) atau Aktiva Keuangan (saham, obligasi, reksadana dsb) bertujuan mendapatkan penghasilan yang lebih besar dimasa yang akan datang.
·  Komitmen mengeluarkan dana sejumlah tertentu pada saat sekarang untuk menerima profit/manfaat di masa yang akan datang.
·  Pengeluaran untuk mendapatkan barang modal pada saat sekarang untuk menghasilkan keluaran barang atau jasa agar diperoleh manfaat di masa yang akan datang.

RESIKO INVESTASI
a.Resiko nilai riil dari uang yang akan diterima di masa datang tersebut.
b.Resiko mengenai ketidakpastian menerima uang dalam jumlah yang sesuai dengan yang diperkirakan akan diterima di masa datang tersebut.
c. Masa datang berhadapan dengan berbagai perubahan seperti : perubahan nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, tingkat bunga, kondisi politik, ekonomi, sosial dan keamanan.
d.Semakin besar ketidaktahuan akan laju perubahan menyebabkan semakin besar resiko yang dihadapi.

Pentingnya Investasi
1.     Meningkatkan suplai produksi dan jasa
• memenuhi permintaan (domestik + LN)
• penambahan devisa ekspor kurs
• penambahan devisa impor kurs
2.     Menyerap tenaga kerja lebih banyak
investasi → GDP →Income per capita
  →  tenaga kerja     GDP + 1 % = TK 400.000

Investor = yang diperoleh SAHAM/ POWER dan DEVIDEN
Kreditor = yang diperoleh Pengembalian Dana dan Bunga Pinjaman

Kepentingan Study Kelayakan Bisnis:
a.     SKB dilakukan sebelum suatu proyek atau suatu perusahaan dioperasikan,
• usaha baru (new project)
• pindah lokasi usaha (relocation project)
• perluasan usaha (expansion project)
b.     Bisa juga
• proyek pemulihan kapasitas (replacement project)
• proyek penghematan biaya (cost reducing project)
• proyek peningkatan efisiensi pembelanjaan (financing efficiency improvement project)
c.      bisa merupakan suatu bisnis yang baru
d.     bisa juga merupakan bisnis yang sudah banyak dijalankan Karena merupakan keputusan yang strategis, maka perlu dipelajari pertimbangan-pertimbangan berbagai aspek (tidak sekedar aspek ekonominya saja) secara terintegrasi
Pertimbangan secara umum,
• peluang pemasaran barang dan jasa
• ketersediaan bahan baku
• kemampuan produksi secara ekonomis

Tujuan Study Kelayakan Bisnis:
1.     menghindari ketelanjuran penanaman modal yang inefisiensi (over invesment)
2.     mencegah kegiatan usaha yang tidak menguntungkan (tidak feasibel/ layak)
Pada industri agriculture, pertambangan, manufacture,
karena faktor-faktor investasi produksi berjumlah besar dan jangka waktu putaran usahanya lama, maka diperlukan SKB jangka panjang, sedangkan untuk bidang usaha perdagangan dan industri jasa bisa dengan SKB yang lebih sederhana.

Tujuan Study Kelayakan Bisnis:
Adanya perencanaan
• meminimalkan ketidakpastian yang bakal terjadi
• tahu potensi-potensi yang bisa digali
• tahu hambatan-hambatan
• tahu potensi resiko yang mungkin dihadapi
• tahu arahan aktivitas, step by step, pedoman kegiatan
• punya alternatif
• memudahkan skala prioritas
• ada ukuran pengendalian/ standar evaluasiny

Manfaat Study Kelayakan Bisnis:
1.    Bagi Pihak Investor
• menjadi dasar pertimbangan memutuskan investasi
• merasa adanya jaminan (harapan) bahwa modal yang ditanamkan akan selamat atau menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih besar dibandingkan disimpan atau diinvestasikan pada bisnis lainnya
2.    Bagi Pihak Kreditor
• menjadi dasar pertimbangan memutuskan pengucuran kredit (walau ada aspek lain yang menjadi dasar pertimbangan, seperti : bonafiditas, besar agunan, dsb)
3.    Bagi Pihak Manajemen Perusahaan
• menjadi dasar pertimbangan memutuskan pelaksanaan sesuai perencanaan-perencanaannya
• menjadi dasar evaluasi pencapaian dari bisnis yang dijalankan
4.    Bagi Pihak Pemerintah dan Masyarakat
• Memperlihatkan kesesuaian dengan kebijakan pemerintah seperti dalam penggalakan ekspor, penghematan devisa, maupun memperlihatkan tanggung jawabnya terhadap lingkungan, serta membuka lapangan kerja
5.    Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi
• Menunjukkan dampaknya terhadap Perekonomian Nasional, kesesuaian dengan aspek Rencana Pembangunan Nasional, Distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, pengaruh social dan analisis kemanfaatan maupun beban social

KEPUTUSAN BISNIS:
Tujuan Pengambilan Keputusan
• Memastikan tujuan organisasi dicapai dengan efektif dan efisien (tanpa hambatan yang berarti)
Faktor-faktor dalam Pengambilan Keputusan
Kondisi Internal & Eksternal Perusahaan
Internal, ketersediaan dana, mutu SDM, sistem data informasi, infra struktur, struktur organisasi/ garis kewenangan dsb
Eksternal, faktor sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya masyarakat
Ketersediaan Informasi : Jenis-jenis informasi, sumber informasi, keakuratan informasi dsb
·  Keterampilan Sang Pengambil Keputusan

Pertimbangan Keputusan Bisnis
1.     Proyek feasible = proyek/ bisnis yang layak dikembangkan
2.     Proyek bankable = proyek feasible yang memenuhi ketentuan perbankan untuk dapat diberikan kredit, berdasarkan sudut pandang suatu bank
3.      Adanya perbedaan orientasi untung,
4.     Pengusaha = orientasi pada keuntungan ekonomi
5.     pemerintah/ lembaga nirlaba, orientasi pada keuntungan non ekonomi

PENGUSAHA, SIAPAKAH DIA?
a.     Sifat-Sifat Pengusaha
• Kelompok Optimis (Risk Seeker = menantang resiko)
• Kelompok Moderat
• Kelompok Pesimis (Risk Averter = menghindari resiko)
b.     Tipe Kepemimpinan Pengusaha
• Pemimpin Lapangan
• Administrator
Kesemua kecenderungan sifat atau tipe tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan
Dampak pada tingkat keberhasilan pengelolaan usahanya akan tergantung kepada jenis industri, situasi serta kondisi perekonomian (lingkungan usaha) pada saat itu

PELAKSANAAN SKB PADA ASPEK NASIONAL:
ASPEK EKONOMI NASIONAL
Aspek-aspek Penilaian Manfaat Proyek
a. Sisi Rencana Pembangunan Nasional
Agar proyek dapat :
• memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat luas
• menggunakan sumber daya lokal
• menghasilkan devisa dan menghemat pengeluaran devisa
• menumbuhkan industri lain
• memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri
• menambah pendapatan nasional
b. Sisi Distribusi Nilai Tambah (harus yang Value Added)
c. Sisi Tenaga Kerja (peningkatan kesempatan kerja)
d. Sisi Keuntungan Ekonomi Nasional (economic Rate Return=ERR)
e. Sisi Pengaruh Sosial (lapangan kerja baru, alih teknologi, mutu hidup & peduli lingk.)
f.  Sisi Manfaat/ Biaya Sosial

Hambatan Pembangunan Ekonomi
•Pelaksanaan pembangunan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas merupakan dambaan setiap negara, baik negara berkembang maupun negara maju. Apalagi dampak tatanan perdagangan globalisasi yang sedemikian cepat “efek domino” nya bagi negara lain menuntut kewaspadaan pengelolaan ekonomi nasional setiap negara.
• Secara umum kendala yang ada :
– Iklim Tropis (berbagai jenis penyakit/ hama dsb)
– Produktivitas Rendah (mutu SDM dalam mengelola alam=rendah)
– Kapital Sedikit (tabungan negara rendah=pengelolaan negara rendah)
– Nilai Perdagangan LN yang rendah (tidak meng-optimalkan kemampuan industri & sumber daya alam untuk memanfaatkan peluang pasar internasional)
– Besarnya Pengangguran (materialisme dan ketidakrataan pembangunan yang memicu terjadinya urbanisasi, ketidakseimbangan beban kota & desa)
– Besarnya Ketimpangan Distribusi Pendapatan
– Tekanan Penduduk yang Berat (keterkendalian laju penduduk)
– Penggunaan Tanah yang Produktivitasnya Rendah
– Lain-lain (etos kerja SDM, ketidaksempurnaan pasar, dsb)

SKB PADA ASPEK LEGAL
• Hal-hal yang dianalisis menyangkut peninjauan dari sisi yuridis/hukum perundangan yang berlaku.
• Kepentingannya agar dapat menghindari atas pemberhentian dari pihak yang berwajib karena dikategorikan sebagai bentuk operasi bisnis yang ilegal atau bisa juga mendapt protes dari masyarakat setempat dan bisa juga masyarakat internasional.

Dalam analisis yuridis paling tidak dapat dilihat :
• who (siapa pelaksana proyek/ bisnis)
• what (proyek/ bisnis apa yang dikerjakan)
• where (dimana proyek/ bisnis tersebut dilaksanakan)
• when (kapan proyek/ bisnis akan dikerjakan-diselesaikan)
• how (bagaimana proyek/ bisnis dikerjakan)
• Pelaksana Proyek
• Bentuk Yuridis Perusahaan
– Perusahaan Perorangan
– Firma
– Perseroan Komanditer (CV)
– Perseroan Terbatas (PT)
– Perusahaan Negara
– Perusahaan Milik Negara lainnya
– Koperasi
• Identitas Pelaksana
– kewarganegaraan
– informasi Bank
– keterlibatan Pidana atau Perdata
– hubungan keluarga
Proyek yang Dilaksanakan
– Bidang Usaha
– Fasilitas
– Gangguan Lingkungan
– Pengupahan
Tempat Proyek Dilaksanakan
– Perencanaan Wilayah
– Status Tanah
Waktu Pelaksanaan Proyek
Cara Pelaksanaan Proyek

SKB PADA ASPEK MANAJEMEN
ANALISIS ASPEK MANAJEMEN
Konsep Dasar
Perencanaan, Peng-organisasian, Pelaksanaan dan Pengendalian terhadap suatu aktivitas yang bertujuan mengalokasikan sumber daya secara efektif dan efisien sehingga mempunyai nilai tambah.
Analisis
– pengelolaan selama pembangunan fisik atau pembuatan proyek/bisnis, diperlukan bila pabrik baru, cabang baru, dsb. Adapun pengembangan atau penambahan mesin biasanya tidak perlu lagi pengkajiannya.
– pengelolaan operasioanal proyek/ bisnis
Berapa Lama ? Kapan siap dioperasikan ?
Penentuan waktu merupakan hal penting karena terkait langsung dengan peluang bisnis yang tidak selamanya tersedia.
Data
Data Kualitatif : jenis pekerjaan, urutan pekerjaan
Data Kuantitaif : lama waktu, biaya-biaya dari setiap tahapan pekerjaan
Sumber Data : Eksternal, misalnya dari Pemborong, Kontraktor, Pengembang , dari Toko dsb
Teknik Pengambilan Data : Teknik Dokumentasi, Tanya-jawab
Analisis Data : Gantt Chart-Bagan Gantt atau Network Planning Method- Metode Perencanaan Jaringan Kerja (PERT = Program Evaluation and Review Technique)

Waktu Terlambat = waktu yang dibolehkan untuk memperlambat penyelesaian event
Waktu Senggang = waktu untuk menunggu suatu event harus dimulai agar tidak memperlambat penyelesaian event secara keseluruhan

Manfaat Network Planning
·  merencanakan penyelesaian proyek yang kompleks secara detail
·  menunjukkan aktivitas yang waktu penyelesaiannya tergolong kritis
·  membantu dalam proses pengawasan pembangunan fisik proyek
·  memungkinkan pencapaian penyelesaian proyek lebih efisien
·  memungkinkan pembagian kerja dan sumber dana lain yang tersedia
Penentuan Waktu
·  Penentuan waktu untuk setiap aktivitas dalam Network Planning dapat dilakukan secara estimasi (taksiran) berdasarkan pengalaman, bisa juga berdasar perhitungan 3 taksiran waktu ;
Estimasi Pesimis = waktu taksiran yang paling lama (p)
Estimasi Optimis = waktu taksiran yang paling cepat (o)
Waktu yang memungkinkan = waktu taksiran yang paling mungkin (m)
Te = 0 + 4m + p
6
Te = Jumlah Waktu Penyelesaian Aktivitas

Analisis Manajemen Operasional Bisnis
• Menurut Pearce & Robinson, manajemen strategik adalah sekumpulan keputusan dan tindakan yang merupakan hasil formulasi dan implementasi serta rencana yang didesain untuk mencapai tujuan perusahaan.
Aktivitasnya:
• memformulasikan visi/ misi, tujuan dan sasaran perusahaan
• mengembangkan profil perusahaan
• menilai lingkungan internal dan eksternal perusahaan
• menentukan tujuan jangka panjang, jangka menengah &jangka pendek
• meng-implementasikan dan meng-evaluasi proses strategik sebagai masukan pengambilan keputusan yang Akan dating

SKB PADA ASPEK PEMASARAN
ASPEK PEMASARAN
• Berapakah Pasar Potensial untuk masa datang ?
• Bagaimana perkembangannya di masadatang ?
• Strategi Pemasaran apa yang digunakan ?
Pertanyaan Dasar, Suad Husnan (1984),

Rincian data yang diperlukan :
• kecenderungan permintaan dan variable-variabel yang berpengaruh untuk perumusan model peramalan pasar
• penawaran produk sejenis serta kecenderungan-kecenderungan di masa mendatang
• impor & ekspor produk yang terkait dengan SKB
• struktur persaingan dan struktur biaya perusahaan pesaing
• tingkah laku, motivasi, kebiasaan dan preferensi konsumen
• pemilihan “marketing effort” dan skala prioritas “marketing mix” yang tersedia

Permintaan Pasar
Peramalan permintaan :
• pengukuran pasar potensial
– untuk sekarang
– di masa datang
• pengukuran sales potensial (pasar yang dapat diraih)
– untuk sekarang
– di masa datang

Pasar
• tempat pertemuan antara penjual dan pembeli
• merupakan suatu kelompok yang diorganisasikan untuk melakukan tawar-menawar sehingga trbentuk harga
·  kumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, memiliki uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya

Faktor utama yang menunjang pasar,
• konsumen dengan segala keinginannya
• daya belinya
• tingkah laku dalam pembelian

Macam Pasar:
1.    Pasar Konsumen
• Pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau disewa oleh perorangan atau keluarga untuk penggunaan pribadi
2.    Pasar Industri
• Pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau disewa oleh perorangan atau organisasi untuk digunakan pada produksi barang atau jasa lain, baik untuk dijual maupun untuk disewakan (dipakai untuk proses lebih lanjut)
3.    Pasar Pemerintah
• Pasar yang terdiri dari unit-unit pemerintah yang membeli atau menyewa barang atau jasa untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah
4.    Pasar Penjual Kembali (Re-Seller)
• Pasar perorangan atau organisasi yang biasa disebut para pedagang menengah (middleman) yang terdiri dari dealer, distributor, grosir, agen, dan retailer. Kesemua reseller ini melakukan penjualan kembali dalam rangka mendapatkan keuntungan

BENTUK PASAR:
JUMLAH PENJUAL
BENTUK PASAR
Tidak Terbatas
Persaingan Sempurna
Banyak
Persaingan Monopolistis
Beberapa
Oligopili
Dua
Duopoli
Satu
Monopoli

Permintaan
• jumlah barang yang dibutuhkan konsumen, dengan kemampuan membeli pada berbagai tingkat harga
Permintaan Efektif
• permintaan yang didukung oleh daya beli
Permintaan Potensial
• permintaan yang didasarkan pada kebutuhan saja
Hukum Permintaan
• Bila harga suatu barang meningkat maka kuantitas barang yang diminta akan berkurang dan sebaliknya
• Bila harga barang yang diminta menurun maka kuantitas barang yang diminta meningkat (asumsinya, ceteris paribus, yang lain-lain tetap)

Teori Permintaan Konsumen
Permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan menentukan macam serta jumlah barang dan jasa yang harus dihasilkan, besar biaya yang diperlukan serta tingkatan harga barang tersebut
Teori Permintaan Pasar
Permintaan perseorangan tidak akan mampu mempengaruhi harga dan persediaan barang, akan tetapi jika bersama-sama akan membentuk sisi permintaan dalam pasar.

Pemasaran
• Keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatankegiatan usaha yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang actual maupun yang potensial
• 4 Kebijakan Pemasaran (Marketing Mix)/ strategi
– Produk (Product)
– Harga (Price)
– Distribusi (Place)
– Promosi (promotion)

Strategi Produk
• Produk
Sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapat perhatian, untuk dibeli, digunakan atau dikonsumsi sehingga memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan.
Produk bisa berbentuk Barang atau Layanan.
• Strategi Produk
– Merk. Kemasan, Label
– Daur Hidup Produk (Introduction, Growth, Mature, Decline)

STRATEGI PRODUK
Pengukuran Permintaan
Usaha untuk mengetahui permintaan atas suatu produk atau sekelompok produk dimasa yang lalu dan dimasa sekarang dalam kendala satu set kondisi tertentu
Peramalan Permintaan
Usaha untuk mengetahui jumlah produk atau sekelompok produk dimasa yang akan datang dalam kendala satu set kondisi tertentu

Pendekatan Peramalan
Time series : memperhatikan kecenderungan data masa lalu yang tersedia
Teknik : metode trend (time linear, kuadratik, logaritma)
Y = a + bx
Y = a + bx + cx 2
Metode Hubungan Sebab-Akibat
Teknik : Regresi dan Korelasi (Linear, Berganda, Parsial)
Y = a + bx
   Y = a + b1x1 + b2x2+ ……….+ bkxk

Strategi Harga
• Harga adalah Sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapat manfaat dari memiliki atau merasakan produk atau layanan yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual

Kebijakan Harga
• Pendekatan Umum, berdasar :
Biaya-biaya
Break Even Point
Persepsi Konsumen
Persaingan
• Faktor yang berpengaruh
– Internal (sasaran organisasi, marketing mix, keputusan)
– Eksternal (pasar, kompetisi, ekonomi makro)

Strategi Distribusi
Perantara Pemasar adalah
Sekelompok organisasi yang saling tergantung pada proses yang memungkinkan suatu produk atau jasa tersedia bagi konsumen atau pengguna industrial

Saluran Distribusi
• Tingkat 1, tidak ada perantara (cyber marketing)
• Tingkat 2, satu pedagang perantara (pengecer)
• Tingkat 3, dua tingkat pedagang perantara (grosir & pengecer)
• Tingkat 4, tiga tingkat pedagang perantara (jobbers pd grosir

STRATEGI DISTRIBUSI:
Keputusan Desain Saluran Distribusi
• analisis kebutuhan layanan konsumen
• menetapkan sasaran dan kendala saluran
• identifikasi alternatif saluran
• evaluasi alternatif saluran
Keputusan Manajemen Saluran
• memilih anggota saluran
• memotivasi anggota saluran
• evaluasi anggota saluran

Potensi Pasar (Market Potensial)
Adalah peluang penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh seluruh penjualan baik saat ini maupun saat yang akan datang.

Potensi Pasar terdiri dari :
Konsumen Potensial, yang punya hasrat/keinginan
Konsumen Ber-Daya Beli, yang mampu membeli

Pangsa Pasar (Market Share)
Adalah bagian dari Potensi Pasar (Market Potential) yang dapat diisi oleh salah satu perusahaan dalam sutu jenis/ kelompok industri.
Pasar Monopoli,
Market Share = Market Potensial

TEHNIK PENGUKURAN PERMINTAAN:
Metode Peramalan Permintaan
• Metode Time Series
• Metode Regresi Korelasi
• Teknik Ekonometri, dsb
Faktor yang Berpengaruh :
• waktu peliputan
• tingkah laku data
• tipe model
• biaya yang tersedia
• tingkat ketepatan yang diinginkan dan
• kemudahan penerapan

Teknik Pengukuran Permintaan
Penggunaan Data Impor
• jika selama ini produk yang dikonsumsi berasal dari Impor semua, maka untuk mengukur besar permintaan dengan mengukur Impor setiap periode tertentu
• Penggunaan Data Impor, Ekspor produksi dalam negeri dan perubahan sediaan selama masa yang bersangkutan
Pe  = ( Sa + P + I ) - ( E + Sk )
Pe  = Permintaan Efektif yang Dicari
Sa  = Saldo Awal Sediaan
P = Jumlah Produksi Dalam Negeri, selama periode yg bersangkutan
I  = Jumlah Impor
E = Jumlah Ekspor
Sk  = Saldo Akhir Sediaan

Tehnik pengukuran permintaan dg Metode Ratio Rantai
Permintaan Efektif diperoleh dengan cara membagi unsure yang lebih kecil dari suatu mata rantai urutan atas faktor yang berpengaruh terhadap produk yang bersangkutan
Permintaan Efektif : JP x X1 x X2 x X3 x Ip
Jp = Jumlah penduduk suatu wilayah
X1 = Konsumsi
X2 = Rata-rata Konsumsi
X3 = Rata-rata Konsumsi
Ip = Income per kapita
Contoh,
Jp = 1.000.000 orang,  X3 = 5 %, X1= 50 % Ip = Rp. 20.000,- dan X2= 10 % dari konsumsi
PE = 1.000.000 x Rp. 20.000 x 50% x 10% x 5% = 50.000.000

Tehnik pengukuran permintaan dg Metode Time Series,
Y = a + bx,  a = ∑Y/n dan b = ∑XY / X²
dg asumsi X = 0
a = rata-rata permintaan masa lalu
b = koefisien yang menunjukkan perubahan setiap tahun
Y = nilai data hasil ramalan permintaan
n = jumlah data runtut waktu
x = waktu tertentu yang telah diubah menjadi bentuk kode

Kendala Pemilihan Teknik Peramalan
• Waktu (rentang jangkauan peramalan)
• Tingkah laku data (fluktuasi, akurasi )
• Tipe model (Time Series atau Kausalitas)
• Biaya yang tersedia
• Tingkat ketepatan yang diinginkan
• Kemudahan Penerapan

5 Kekuatan yang Mempengaruhi Persaingan
ANCAMAN PENDATANG BARU
Pendatang Baru = kapasitas baru, tenaga baru
Umumnya, harga ditekan profitabilitas
Faktor penghambat untuk masuk ; kebijakan pemerintah, differensiasi produk, modal, saluran distribusi, harga/ biaya
ANCAMAN PRODUK PENGGANTI
Ketersediaan produk pengganti menjadi halangan penentuan harga oleh pemimpin pasar.
Harga yang tidak menarik akan memicu pembeli beralih ke produk pengganti
KEKUATAN TAWAR-MENAWAR PEMBELI
Konsumen/ Pelanggan suatu industri/ jasa mengharapkan Harga Beli kalau perlu memborong semua produk sehingga terjadi ketergantungan dengan Pembeli
Apalagi bila yang dipasok adalah produk standar
KEKUATAN TAWAR-MENAWAR PEMASOK
Kekuatan Pemasok yang signifikan memungkinkan untuk men”drive” harga,
syaratnya ; produk/ jasa tersebut sangat penting, tidak tersedia pengganti, dan hal-hal lain yang menjadikan ketergantungan.
RIVALITAS DIANTARA PESAING
• Adanya rivalitas memacu setiap perusahaan untuk selalu memantau posisi masing-masing.
• Persaingan merupakan hal yang positif dan merupakan dinamika dalam berbisnis.
• Langkah-langkah yang perlu dilakukan :
• identifikasi pesaing
• penentuan sasaran pesaing
• identifikasi sasaran pesaing
• evaluasi kekuatan dan kelemahan pesaing
• estimasi pola reaksi pesaing
• menentukan pesaing utama


SKB PADA ASPEK ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)
PENGERTIAN AMDAL
• Pengertian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) menurut PP No. 27 tahun 1999 pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain
AMDAL adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak, dan jika ya, maka dipertimbangkan jalan alternatif pencegahannya.
• Studi AMDAL perlu dilakukan sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup.

Tujuan & Kegunaan Studi AMDAL
• Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha
• Kegunaan Studi Amdal:
– Sebagai bahan perencana & pengelola usaha & pembangunan wilayah
– Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan LH dari rencana usaha
– Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha
– Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan & pemantauan LH dari rencana usaha
– Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha

Hal-hal yang Dilakukan berkaitan pencapaian tujuan studi AMDAL :
• Mengidentifikasi semua rencana usaha yang akan dilakukan terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap LH
• Mengidentifikasi komponen LH yang akan terkena dampak besar dan penting
• Memperkirakan dan mengevaluasi rencana usaha yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap LH
• Merumuskan RKL dan RPL

Komponen Lingkungan Hidup Yang Harus Dilestarikan Fungsinya:
• Hutan lindung, Hutan Konservasi dan Cagar Biosfer
• Sumber Daya Manusia
• Keanekaragaman Hayati
• Kualitas Udara, Air, Tanah & Hutan
• Warisan Alam dan Warisan Budaya
• Kenyamanan Lingkungan Hidup
• Nilai-nilai Budaya yang Berorientasi Selaras dengan Lingkungan Hidup

Komponen LH yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat sekitar rencana usaha, antara lain:
• Kepemilikan dan penguasaan lahan
• Kesempatan kerja dan usaha
• Traf hidup masyarakat
• Kesehatan masyarakat

LAPORAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN
PENDAHULUAN
– Latar Belakang
– Tujuan Studi
• Tujuan
• Kegunaan
METODE STUDI
– Dampak Penting yang Ditelaah
– Wialayah Studi
– Metode Pengumpulan & Analisis Data
– Metode Prakiraan Dampak Penting
– Metode Evaluasi dampak Penting
RENCANA USAHA ATAU KEGIATAN
– Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan AMDAL
– Tujuan Rencana Usaha atau Kegiatan
– Keguanaan dan Keperluan Rencana Usaha
RONA LINGKUNGAN HIDUP
– Rona Lingkungan Hidup di Wilayah Studi
– Kondisi Kuantitatif & Kualitatif
– Data & Informasi Rona Lingkungan Hidup
PRAKIRAAN DAMPAK PENTING
– Prakiraan Dampak Usaha
– Penentuan Arti Penting Perubahan Mutu Lingkungan
– Dampak Langsung & Dampak Tidak Langsung
EVALUASI DAMPAK PENTING
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

ANALISI SWOT
Tujuan Analisis SWOT
• Menetapkan isu utama yang harus terdapat pada Rencana Strategis, al:
– Peluang-peluang Perbaikan
– Identifikasi Masalah
• Isu yang dipilih dalam Analisis SWOT akan menjadi acuan dalam menetapkan Target Sasaran, Strategi dan Taktik Pemasaran

ANALISIS SWOT
Kuadran I
Memiliki Peluang dan Kemampuan, bila dimanfaatkan maka akan terjadi kebijakan pertumbuhan yang agresif
Kuadran II
Meskipun menghadapi ancaman, masih punya kekuatan internal. Strateginya, gunakan kekuatan internal dan manfaatkan peluang jangka panjang dengan diversifikasi produk/ pasar
Kuadran III
Posisi ini, peluang sangat besar tapi ada kendala kelemahan internal. Strateginya, fokuskan usaha merebut peluang pasar yang lebih baik dan minimalkan masalah-masalah internal
Kuadran IV
Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, ancaman besar dan kelemahan internal tinggi

Kasus SWOT – Profil Samsung
• Samsung adalah perusahaan elektronik dunia didirikan tahun 1938 merupakan perusahaan kecil di Taegu dan investasi awal sebesar $2000 dengan 40 orang tenaga kerja. Saat ini telah berkembang pesat dengan 175.000 orang tenaga kerja. Dan memiliki 4 divisi usaha, meliputi :
– Divisi Elektronik
– Divisi Sistem Informasi
– Divisi Semikonduktor
– Divisi Sistem Komputer
• Bukan merupakan hal yang mudah untuk mencapai hasil tersebut. Dalam pelaksanaan kegiatan usahanya Samsung banyak menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan elektronik lainnya di dunia. Samsung juga membuka pusat Lit Bang di Jepang dan Amerika, serta berbagai kantor pusat dan pemasaran di seluruh dunia. Selain itu Samsung juga banyak melakukan perubahan seperti perubahan manajemen kepemimpinan dari tradisional kearah modern.
• Juga perubahan filosofi manajemen yang meliputi :
– Produk yang kompetitif
– Manajemen efisiensi
– Kepercayaan terhadap Teknologi
– Peran serta tenaga kerja
– Orientasi pelanggan
– Menjalin hubungan baik dengan pemasok

Sejarah Samsung di Indonesia
• Samsung pertama kali ada di Indonesia pada Agustus 1991, dengan surat izin investasi dari pemerintah (BKPM) dengan nama PT Samsung Metrodata Elektroniks. Selama tahun 1994, Samsung membangun pabrik televisi dan pabrik untuk produk-produk lainnya.
• Pada bulan Agustus 1997 namanya diganti menjadi PT Samsung Elektronik Indonesia. Samsung di Indonesia memiliki kantor pusat dikawasan industri Cikarang dengan kantor pemasaran di Plaza DM Jl. Jendral Sudirman.
• Di Indonesia daerah pemsarannya meliputi Bandung, Denpasar, Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta. Dengan adanya pendirian pabrik di Indonesia, Samsung juga berhasil melakukan ekspor yang berdampak pada pertambahan devisa negara. Sehingga pada tanggal 17 Januari 2003, Samsung mendapatkan penghargaan Primaniyarta dari Presiden Megawati untuk ketegori ekspor besar.

ANALISIS SWOT PT. SAMSUNG
Kekuatan
• Samsung memiliki manajemen kepemimpinan yang baik.
• Filosofi manajemen yang baru.
• Investasi besar pada bagian Lit Bang.
• Berani melakukan inovasi produk.
Kelemahan
• Sulit menghilangkan budaya otoriter pemimpin.
• Kesulitan mengikuti gaya manajemen radikal barat.
• Kesulitan mengimplementasikan otonomi kepemimpinan.
• Penjualan tidak maksimal.
• Pengembalian terhadap investasi kecil.
Peluang
• Menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan asing.
• Memiliki pusat pengembangan di Jepang dan Amerika.
• Memiliki banyak jaringan pelanggan maupun kantor pusat di seluruh dunia.
Ancaman
• Banyak pesaing potensial.
• Kenaikan biaya tenaga kerja di Korea.
• Kemungkinan terjadi peniruan dari perusahaan elektronik lain.

STRATEGI GENERIK
Overall Cost Leadership
Differentiation
Focus

B. DIFFERENTIATION
• Keunikan seringkali memungkinkan produk/ layanan dijual dengan harga tinggi
• Keunikan dapat berwujud,
• Bentuk produk
• Pelayanan
• Suasana/ Kenyamanan
• Keamanan
C. FOKUS
FOKUS BIAYA
• Menawarkan harga yang lebih rendah kepasar sasaran
FOKUS DIFFERENSIASI
• Menawarkan persepsi keunikan ke pasar sasaran dengan harga tinggi

POSISI KOMPETITIF
MARKET LEADER
• Posisi Dominan, sehingga Penentu Harga
• Memperhatikan : harus menemukan jalan jumlah permintaan, melindungi “market share” nya, berusaha memperbesar “market share”nya
CHALANGER
• Memainkan posisi menyerang terhadap para pesaingnya
• Serangan Frontal, ditujukan pada kekuatan persaing
• Serangan Samping, menyerang kelemahan dari per\saing
• Serangan Pengepungan, ditujukan pada kekuatan dan kelemahanpesaing
• Serangan Melambung, serangan tidak langsung, dengan diversifikasi
• Serangan Gerilya, serang kecil-kecil/ jangka pendek
FOLLOWER
• Mengikuti Market Leader sehingga biaya yang keluar sedikit
NICHE
• Mencari celah-celah yang tidak terpikirkan oleh pesaing

SIKLUS HIDUP PRODUK
Introduction
• Produk bersifat Baru, pembeli ingin mencoba, hanya sedikit tahu
• Identik dengan penjualan masih sedikit, biaya besar, sehingga laba rendah / rugi
• Pesaing relatif sedikit
Growth
• Produk mulai dikenal luas, penjualan pesat, laba meningkat & terus berkembang
• Pesaing mulai tertarik
Maturity
• Penjualan mulai datar (stabil), sebab pembeli potensial sudah mencoba produk
• Hanya pelanggan saja yang tetap membeli, pesaing yang kuat yang bertahan
Decline
• Penjualan semakin menurun karena preferensi konsumen berubah karena masuknya produk pengganti

SKB PADA ASPEK TEKNIK & TEKNOLOGI
TUJUAN
– Untuk segera merealisasikan rencana pelaksanaan proyek yang diusulkan
– Agar tercapai keseimbangan yang optimal, mencegah terjadinya “over investment” ataupun “over capacity”
PENILAIAN (Tekno ekonomi)
• penentuan Lokasi Proyek (Pabrik, tempat usaha, kantor)
• penentuan Model Bangunan Proyek
• penentuan Kriteria Mesin & Peralatan
• penentuan Teknologi/ Metode Proses
• penentuan Lay-out
• penentuan Skala Operasi

PENENTUAN LOKASI
Faktor Primer,
– Ketersediaan Bahan Baku dan Bahan Pembantu (termasuk jumlah, harga, mutu, kontinyuitas & biaya pengadaan), terutama pertambangan dan manufaktur
– Ketersediaan Tenaga Kerja (jumlah, keterampilan/mutu, biaya)
– Ketersediaan Sarana Transportasi
– Ketersediaan Sarana Telekomunikasi, Air, Listrik
– Kedekatan dengan pasar yang dituju (terutama bisnis perdagangan & jasa)
Faktor Sekunder ,
– Iklim dan Kondisi Tanah (terutama bagi agribisnis & industri makanan)
– Kemungkinan Pengembangan/ Ekspansi Masa Datang
– Hukum/ Peraturan & Strategi Kebijakan Pemerintah
– Sikap dan Adat Istiadat Masyarakat Setempat

ALAT ANALISA
• Jenis Data :
– Kuantitatif ; jumlah dan biaya bahan baku/ bahan pembantu, jumlah dan biaya tenaga kerja, biaya transportasi, biaya telekomunikasi, air dan listrik serta harga mesin dan peralatan
– Kualitatif ; mutu sarana transportasi, kondisi iklim & hukum/ kebijakan pemerintah
• Sumber Data :
– Internal, data yang telah dimiliki sebelem perencanaan proyek ditentukan
– Eksternal, rekanan bisnis, instansi pemerintah, media, dsb

Metode Transportasi
• Metode ini terutama bila perusahaan memiliki beberapa pabrik atau gudang dan akan menambah kapasitas salah satunya.
• Metode ini pada dasarnya merupakan teknik Riset Operasi
Model Bangunan Proyek
• Bentuk/ Model Bangunan
– bangunan tidak bertingkat
– bangunan bertingkat
– bangunan bawah tanah
– bangunan bertipe kampus
– bangunan berbentuk khusus
• Faktor Penting,
– Biaya-biaya
– Keamanan & Kenyamanan
– Kebutuhan Ruangan/ jenis aktivitas
– Sistem Komunikasi

Pemilihan Mesin/ Peralatan dan Teknologi
Faktor yang perlu diperhatikan,
• ketepatan jenis teknologi yang dipilih (sederhana, madya, canggih)
• ketersediaan termasuk suku cadang maupun layanan purna jualnya
• Kemampuan kapasitas
• Mutu dan “life time”nya
• keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut
• kemampuan tenaga kerja lokal & kemungkinan pengembangannya
• kemungkinan adanya teknologi lanjutan (advantage)

Penentuan Lay-out
Tujuan adanya lay-out adalah Optimalisasi pengaturan fasilitas-fasilitas operasi sehingga nilai yang diciptakan oleh produksi menjadi maksimum
Pola Lay-out yang bisa jadi alternatif,
• lay-out fungsional/ proses
• lay-out produk/ garis
• lay-out kelompok
• lay-out posisi
Kriteria Lay-out :
• adanya konsistensi dengan teknologi produksi
• adanya arus produk dalam proses yang lancar
• penggunaan ruangan produksi yang optimal
• memungkinkan penyesuaian saat ekspansi atau perubahan
• meminimasi biaya produksi & jaminan K3

Penentuan Skala Produksi
Merupakan kuantitas unit produk yang seharusnya dihasilkan dalam suatu periode tertentu agar tercapai optimalisasi keuntungan.

Pendekatan analisa
• Analisa BEP (Break Event Point)
• Konsep Marginal Cost & Marginal Revenue
• Linear Programing
Faktor yang perlu diperhatikan,
• batasan permintaan
• kapasitas mesin-mesin
• kemampuan tenaga kerja pelaksana
• kemampuan keuangan & pengelolaannya
• kemungkinan perubahan teknologi produksi
 
KASUS
Keluarga  Letto mempunyai gagasan akan membuka usaha “ Rumah Flat” untuk melayani tempat tinggal bagi para pekerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Priuk - Jakarta Utara. Pasar yang hendak dituju adalah para pekerja perusahaan-perusahaan bongkar muat, karyawan pelabuhan dan karyawan perusahaan transportasi lainnya. Keluarga Letto memiliki data yang tersaji pada tabel-tabel berikut   ini : 
Tabel 1. Area & Kapasitas Tempat Kost  (Tanjung Priuk) per Desember 2011
 
No

Area Tempat Kost

Kapasitas  Kost (orang)
Tingkat Hunian

Pertumbuhan

Tempat Kost per Tahun
1
2
3
4
5
AAA (dekat, ke arah Barat terminal Tj. Priuk)
HHH (dekat, ke arah Selatan terminal Tj. Priuk)
KKK (dekat, ke arah Timur terminal Tj. Priuk)
FFF (3-5 km  ke arah Selatan terminal Tj. Priuk)
VVV (jauh, 1 kali naik bis ke terminal Tj. Priuk)
900
1250
1400
1080
1380
90 %
100 %
95 %
80 %
70 %
2 %
0 %
3 %
5 %
7 %

Tabel 2. Jumlah Perkembangan Karyawan Perusahaan-perusahaan Transportasi & Lainnya di Kawasan Tanjung Priuk Jakarta Utara

Tahun
Jumlah Karyawan Perusahaan (orang)
Sektor Transportasi X
 Sektor Transportasi Y
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
5980
6600
6500
6785
6008
6200
6500
2950
3210
3500
3760
4510
4560
4570
Prosentase rata-rata Karyawan Kost
55 %
45 %

Tabel 3.  Kondisi Fasilitas & Biaya Tempat Kost


Kelas
Harga / Bulan

Fasilitas

Komentar

A

B

C

D

E
Rp.  150.000,-

Rp. 250.000,-

Rp. 350.000,-

Rp. 550.000,-

Rp. 850.000,-

Ruangan Kecil/ Non AC, Isi Cukup, Kamar Mandi Diluar, sekamar 2 orang
Ruangan Kecil/ Non AC, Isi Cukup, Kamar Mandi Diluar
Ruangan Cukup/ Non AC, Isi Cukup, Kamar Mandi Diluar
Ruangan Cukup/ AC, Isi Cukup, Kamar Mandi & Jalur Telepon Diluar
Ruangan Luas/ AC, Isi Lengkap, Kamar Mandi & Jalur Telepon Sendiri
Cukup

Cukup

Cukup

Baik

Sangat Baik


Sumber : modifikasi, 2005



Informasi Lain :

- Jumlah karyawan pekerja transportasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priuk - Jakarta Utara pada tahun 2009 sesua data tabel 2.

- Jumlah karyawan yang kost  dengan penghasilan diatas Rp. 2.500.000,- sekitar 1700.

- Jumlah yang mengeluarkan dana untuk kost lebih dari Rp. 850.000,- sebanyak 19 % dari karyawan yang berpenghasilan diatas Rp. 5.000.000,-.



Berdasarkan informasi dan data diatas, seandainya Anda dimintai bantuan sebagai “Konsultan”,  buatlah analisis dengan menjawab hal-hal berikut :



  1. Bagaimana trend 5 tahun kedepan “Ramalan Permintaan Tempat Kost” para pekerja transportasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priuk - Jakarta Utara ?
  2. Bagaimana trend 5 tahun kedepan “Ramalan Pertumbuhan Tempat Kost” para pekerja transportasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priuk - Jakarta Utara
  3. Apakah masih terbuka Peluang untuk berbisnis “Rumah Kost” bagi keluarga Letto?  Lokasi mana yang lebih berpeluang untuk terpasarkan dengan baik?
  4. Berapa permintaan efektif untuk Tempat Kost  yang tergolong kelas E ? Berapa nilai omzet dari pasar “niche” ini ?
  5. Apa saja Strategi Marketing yang dapat dilakukan atau yang anda usulkan dalam memasarkan lokasi pilihan anda agar Tempat Kost tersebut segera laku?


Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis
Kenapa Perlu?
Untuk menilai posisi keuangan yang diperlukan perusahaan secara keseluruhan, yang akan digunakan untuk membiayai suatu bisnis atau investasi.
Aspek -  Aspek yang dinilai :
1.       Sumber dana yang akan diperoleh
2.       Kebutuhan biaya investasi
3.       Estimasi pendapatan dan biaya investasi
4.       Proyeksi neraca dan Laporan laba/rugi
5.       Kriteria penilaian investasi
6.       Rasio Keuangan

B. Arus Kas : jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatu perusahaan, mulai dari investasi dilakukan sampai dengan berakhirnya investasi. Adapun jenis cash flow yang dikaitkan dengan investasi tersebut adalah :
1.     Initial cash flow : lebih dikenal dgn kas awal, merupakan pengeluaran–pengeluaran pada awal periode investasi.
2.     Operasional cash flow : merupakan kas yang diterima dan dikeluarkan pada saat operasi usaha dalam suatu periode.
3.     Terminal Cash : uang kas yang ada/diterima pada saat usaha tersebut berakhir.

C. Kriteria Peramalan Investasi : digunakan untuk menentukan suatu usaha layak atau tidak untuk dijalankan dengan tinjauan dari aspek keuangannya, adapun perhitungan kelayakan usaha yang sering digunakan adalah :

1.     Pay Back Period (PP) : penilaian terhadap jangka waktu pengembalian investasi suatu proyek atau usaha.
a. Apabila kas bersih sama setiap tahun :
b. Apabila kas bersih berbeda setiap tahun :
      Investasi                             
      Kas bersih tahun 1   (-)
                   X1          
       
      Kas bersih tahun 2   (-)
                   X2

……..(apabila X2 tidak bisa dikurangi kas bersih tahun 3, maka X2 dibagi dengan proceed tahun ke 3)…..

2. Average Rate of Return (ARR): mengukur rata-rata pengembalian bunga dengan cara membandingkan rata-rata laba setelah pajak (EAT) dengan rata-rata investasi.
3. Net Present Value (NPV): atau nilai bersih sekarang, adalah perbandingan antara PV kas bersih (PV proceed) dengan PV investasi (PV capital outlays) dimana selisih antara keduanya merupakan NPV.
Perhitungan PV proceed dicari dengan jalan : proceed x pengembalian bunga yang diinginkan [cost of capital (tabel DF)] selama umur investasi
4. Internal Rate Of Return (IRR) : alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern.
5. Profitability Index (PI) : atau Benefit and Cost Ratio (B/C Ratio) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi.

BEP (Break Even Poin)

“Analisis Titik impas atau Break even poin analisis yaitu analisis pada saat perusahaan tidak memperoleh laba, tapi juga tidak menderita kerugian,artinya pendapatan hasil usaha sama dengan biaya total operasi. Dengan mengetahui BEP akan dapat mengatur berapa seharusnya penjualan atau pendaptan freight ditingkatkan agar laba meningkat.

“Analisis titik impas dalam oprasional transportasi laut, analisis titik impas dapat digunakan untuk menghitung jumlah muatan yang harus diangkut oleh kapal agar dalam operasional tidak mengalami kerugian atau keuntungan” (Hananto Soewedo. 2001 : 18)
Analisis BEP merupakan Cost profit volume analysis (Analisis volume biaya laba)

Konsep analisis titik impas ini dapat diaplikasikan Penggunaannya bagi kapal-kapal yang mengangkut muatan yang bersifat Homogeneus terhadap suatu pelayaran baik berupa Bulk (muatan curah) ataupun berupa Cargo in Bags (muatan dalam karung-karungan), akan tetapi bagi kapal yang barang yang modern atau konvensional / Break Bulk dimana muatannya pada umumnya adalah muatan yang bersifat General Cargo (muatan campuran) atau muatan Heterogeneous sebaiknya dianjurkan menggunakan konsep Expanded Break Even Analysis For Multy Products,

Dalam operasional angkutan laut, analisis titik impas dapat digunakan untuk menghitung muatan yang dapat diangkut oleh kapal agar dalam operasionalnya tidak mengalami kerugian atau keuntungan. Dengan kata lain sampai berapa banyak muatan yang harus diangkut oleh kapal mengalami impas dalam operasionalnya. Konsep titik impas ini merupakan paduaan antara biaya, kuantitas muatan dan laba yang didapat (Cost, Volume and Profit).
Untuk menentukan penetapan tarif minimum muatan kapal laut, dapat digunakan teori breakeven point analysis atau analisis titik impas

Ada dua cara dalam perhitungan Titik Impas (BEP) ;
1.     Menggunakan Grafik (Graph Method)
Grafik titik impas ini memungkinkan seseorang dapat mengkonsentrasikan kepada unsur-unsur pokok dari laba seperti penjualan, biaya tetap (FC), biaya variabel ( VC), kemudian grafik titik impas ini merupakan analisis linier yang dilukiskan mulai dari tingkat out put dimana sama dengan nol dan hingga dengan tingkat out put yang paling tinggi, sehingga grafik titik impas impas ini menggambarkan sekitar output tertentu yang relevan saja dan dalm kisaran tersebut fungsi linier mempunyai kemungkinan yang sangat tepat.
2. Dengan menggunakan rumus matematika / aljabar
      Rumus Break Even Point (BEP)
a. BEP volume :   FC
                        CM/Ton
b. BEP nilai : FC
                 CMR
Untuk menghitung perencanaan laba yang didapat, maka dapat digunakan juga konsep analisis titik impas ini sebagai perhitungannya, maka secara aljabar di uraikan rumus diatas menjadi seperti berikut dengan P sebagai profit ;
c. BEP volume : FC + π /P
                        CM / Ton

d. BEP nilai : FC + π /P
                     CMR
Keterangan :
FC : Fixed Cost
CM : Contribution Margin
CMR : Contribution Margin Ratio
π /P : Profit
MSR : Margin Of Safety Ratio


Biaya Operasi Kapal
Biaya Operasi kapal (Ship’s Operating Cost) adalah Biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan kapal agar kapal dapat dioperasikan dengan laik laut dan dapat dioperasikan dengan baik.
Yaitu all: Biaya crew, biaya pemeliharaan dan biaya asuransi.

Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi, terdapat dua pendekatan yaitu
1.        full costing (Biaya Total)
2.         variabel costing.
·  Biaya total (TC) adalah merupakan seluruh biaya yang akan di keluarkan oleh perusahaan atau dengan kata lain, Biaya total adalah merupakan jumlah biaya tetap dan biaya variabel atas jumlah barang yang di produksi atau dihasilkan
·  Variabel costing merupakan biaya yang jumlahnya selalu bertambah secara proporsional sesuai dengan pertambahan produksi.

Komponen yang digunakan dalam perhitungan harga pokok adalah sebagai berikut:
A.       Biaya Operasi Langsung (BOL)
1.        Biaya Tetap (Fix Cost)
1.        Penyusutan kapal
2.        Bunga Modal
3.        Biaya Harian kapal
4.        Asuransi Kapal (H&M dan P&I)
5.        Beban biaya container milik
6.        Biaya overhead
2.        Biaya Tidak Tetap
1.        Biaya BBM
2.        Biaya Pelumas
3.        Biaya Pelabuhan
4.        Biaya Claim muatan
5.        Biaya Cleaning
6.        Biaya/Komisi agen
7.        Biaya Transhipment
8.        Biaya sewa container
9.        Biaya Muatan (Bongkar/Muat)
B.       Biaya Operasi Tidak Langsung / Overhead
1.        Biaya Tetap
1.        Biaya Pegawai Darat
2.        Biaya Manajemen dan Pengelolaan
3.         Beban overhead
2.        Biaya Tidak Tetap
1.        Biaya Kantor
2.        Biaya Pemeliharaan
3.        Biaya ATK
4.        Biaya Telepon, Linstrik, Air Tawar
5.        Inventaris
6.        Biaya Perjalanan Dinas
Biaya tetap adalah: “Jenis–jenis biaya yang selama satu priode kerja adalah tetap jumlahnya dan tidak mengalami perubahan”
Variable cost adalah biaya yang jumlahnya selalu bertambah secara proporsional sesuai dengan pertambahan produksi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar